Neki si Ikan Culun

Halo semuanya.

Udah lama juga ya gua gak ngepost dan saat ini akhirnya gua ngepost juga. Tepuk tangan untuk kalian semua.

Gua baru aja mengalami masa-masa sulit.. sulit BAB. Giliran di rumah aja gak ngerasa tanda apa2, eh giliran di luar rumah, nih perut udah mulai deh ngaduk2.

Asu.

Btw pada gimana kabar kalian semua? Iya, kalian. Apa? Kalisari? Loh ditanya kabar kok malah jawab Kalisari. Yaudahlah.

Dan omong2 pas UKK kemaren gua seneng banget nih soalnya gua dapet sesuatu yang hebat.



Seperti yang kalian lihat di atas gua baru aja dapet tanda tangannya penyanyi rock terkenal di dunia.

Kita sambut yang luarbiasa.

Ine Sinthya.

Kayaknya penyanyi dangdut deh, sob.

Ya bodolah yang penting gua dapet tandatangannya penyanyi dangdut Ine Sinthya MUAHAUHAUHAUAA. 

Gua merasa senang. Gembira. Hati serasa berada di luar angkasa. Raga berasa ada di alam nirwana.

Gimana enggak, Ine Sinthya gitu loh.

Anw makasih buat Alma yang dengan perjuangan kerasnya sudah mendapatkan tanda tangan Ine Sinthya ini buat gua. Sungguh suatu kehormatan (padahal, mah, itu Tante lo).


Kalo lagu yang paling terkenal dari dia, gua taulah kira2 liriknya..

" Jagalah hati
  Jangan kau kotori
  Jagalah hati
  Jagalah hati
  Jagalah hati
  Jagalah hati"

Gitu terus sampe kiamat.

Udah salah, bangga lagi.

Enggaklah gak gitu lagunya, gobloooook (lah). Lagunya yang bener tuh ini



*kurang baik apa gua, Ma. Gua taruh videonya.

Liat sendiri deh tuh. Setelah nonton itu, jangan salahkan saya jika jempol anda goyang sendiri.

Inilah wujud dangdut yang kita butuhkan selama ini, yang gak cuma joget doang. Pake minum2 o-kost-an pulaa.. Itu kan bangunan.

Kok ini post makin gaje ya -_-

Oke untuk mencegah kegajean yang amat sangat kita mending baca cerita yang gua buat.

Judulnya Neki si Germo.

Yaoloh bukanlah moso germo. Neki si Ikan Culun.

Ini merupakan cerita yang digadang-gadang akan memenangkan beberapa penghargaan di berbagai macam ajang pemberian penghargaan, yang isinya emang penghargaan semua bagi pemenang penghargaan (lah).

Kalo Lee Unkrich punya Finding Nemo maka Hanif punya Neki si Ikan Culun.

Mari kita mulai.


Neki si Ikan Culun

Pada suatu hari hiduplah seorang ikan badut yang bernama Neki. Neki tidak mempunyai ayah dan ibu, tetapi mempunyai seorang kakek. Ia sering bertanya kepada kakeknya tentang keberadaan orang tuanya. Tapi kakeknya selalu menjawab dengan hal yang tidak masuk akal setiap tahunnya, contohnya.

2007
N: "Mama mana?"
K: "Mamamu udah gak ada, Cu..."
N: "Gapapa deh. Papa?"
K: "Papamu udah gak ada juga, Cu.."
N: "Kok bisa, Kek?"
K: "Kemaren kakek kasih ke yang di atas."
N: "KEKK???!!!"
K: "Iya, itu. *nunjuk permukaan air*"

-_-

2008
N:"Kek aku mau nanya.."
K: "Apa cucuku?"
N: "Kakek pake celana dulu dong."
K: "Iya ini dipake.. *make celana*"
N: "Orang tua aku di mana sih, Kek, sebenernya?"
K: "Loh, mana kakek tahu? Kebawa sama kamu kali!!"
N: "Kek dia orang tua aku masa aku  bawa2..-_-"
K: "Lah habis gimana lagi? PASTI KAMU BAWA!"

-_-

2009
N: "Kek jadi gini kek..."
K: "Oh, iya. Jadi kapan kamu nikah?"
N: "Loh bukan gitu, Kek. Aku mau nanya soal orang tua aku ada di mana sekarang.."
K: "Iya, Kakek udah tau. Tinggal sebut aja berapa uangnya."
N: "Kek?" :(

-_-

2010
N: "Kek"
K: "Aaaaapaaa, cuuuu?"
N: "Aku mau nanya kek.."
K: "AAAAHH!! MALAIKAT PENCABUT NYAWA!!"
N: "MANA, KEK? MANA?!!!"
K: "ITUH!!"
N: "Kek, itu nenek... Baru pulang dari hutan amazon."
"K: Oh, kirain."

Ini tulisan apa sih. :(

Neki sudah menyerah untuk mencari keberadaan ayah ibunya yang tidak jelas diketahui keberadaannya itu karena keberadaan dia dan keberadaan mereka juga kurang memungkinkan untuk mengetahui keberadaan tersebut.

Ia sudah pasrah akan kehendak Tuhan. Mau dijadikan apa ayah ibunya, terserah. Ia sudah tak peduli, pikirnya.

Sampai suatu hari, ia sedang memasak Indomie.

Dia selesai memasak Indomie. Dia mo makan. Sebagai cucu yang baik, dia menawari kakeknya untuk menyicipi.

N: "Keeek, mau Indomie gakk?"
K: "Enggak, ah. Ga bagus buat kesehatan." Si kakek emang lagi rajin pergi ke Gym.
N: "Gapapalah, kek. Sekali2"
K: "Gak mau!"
N: "Yaudah, Kek. Aku makan aja."
K: "Eh, kayaknya enak, bagi dong." -___-

Kakek pun memakan Indomie-nya. Iya memakan dengan lahap, di tengah2 ia makan, ia berkata.

K: "Cu, ini Indomie-nya belum matang ya?"
N: "Ooh.. I-iya, Kek. Aku sukanya emang yang kurang matang gitu." Si Neki ngeles.
K: "Enggak, ini bukan kurang matang, tapi emang belum matang."
N: "Aaah, perasaan doang itu mah-"
K: "*kriuk*"
N: "......"

Ternyata mie nya belum berubah bentuk. Bego.

Bersambung

Kisah yang semakin menegangkan. Apakah Neki akan bertemu orang tuanya lagi? Apakah ayah Neki seorang pria garis keras suka tawuran dan berjudi? Apakah ibunya Neki seorang penderita down syndrome yang tidak sengaja melahirkan Neki? Apakah? APAKAH??

Kita tunggu kisah selanjutnya.

Ada gula ada semut.


Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

One Response to Neki si Ikan Culun

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.