Kisah yang Penuh Filosofi

Halo semuanya, kayaknya udah lama kita ga ketemu ya.


Buat pembaca baru dan lama (kayak gua punya pembaca aja) yang mikir "Bener ga sih setiap salam pembuka Hanif senada semua?'. Jawabannya: BENER.

Gua juga mulai bosen.

Dan bagi yang tanya kenapa, jawabannya KARENA EMANG SEMUA POST GUA SELANG WAKTUNYA JAUH JADI SALAM PEMBUKA YANG SENADA INI SANGAT MEWAKILI.

Dan bagi yang nanya kenapa selang waktunya jauh atau kenapa ga sering2 ngepost, jawabannya KARENA GUA PUNYA KEHIDUPAN MEN GA CUMA DUDUK DIEM DEPAN KOMPUTER DOANG. #kemudianmaingame

Dan bagi yang nanya kenapa gua jawab semua pertanyaan yang gua buat sendiri ini (iya, gua menyedihkan) dengan capslock nyala, YA SUKA2 GUA INI JUGA BLOG GUA.

Asli yah ini post ngeselin abis.

Jadi ya gua baru aja pulang dari Stula. Kalau yang belum tau, stula itu singkatan dari studi lapangan, semacam pembelajaran di luar kelas.

Dari tanggal 26-31 gua meninggalkan rumah gua tercinta, komputer gua, keluarga gua, semuanya.

Kalian bisa lihat sendiri posisi keluarga itu di samping komputer. Ya, cuma komputer yang mengerti gua.

'PAK AMPUN JANGAN KURSI LISTRIK LAGI AAAOKROAHORA" #suaradisiksa

Ehm.

Jadi secara keseluruhan ini perjalanan yang seru, gua ke malang dan bali terus balik lagi ke Jakarta. Seru deh, iya seru.

Tapi, ada suatu tragedi di stula itu.

Tragedi yang sangat konyol.

Jadi, pas gua foto sama temen2 gua, gua ngeliat sesuatu..... di kepala gua.

Tai merinding abis.

Gua liat2 kok ini benda apa ya, bisa2nya nempel di kepala gua.

Gua zoom-in, gua zoom-out. Pala gua maju-mundurin.

Gak taunya.... itu rambut.

Ya.

Inilah kisah yang penuh filosofi itu. Apa filosofinya?

Ketahuilah sesuatu hingga ke dalamnya.

Hashtag ga nyambung. Hashtag post sampah.

Dadah.






Filosofi itu apa ya?

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.