Di suatu pagi, aku melakukan aktivitasku sehari-hari. Bukan belajar seperti anak biasa, tetapi bekerja di suatu tempat dimana ada 3 lampu berwarna merah, kuning, dan hijau. Ya, pekerjaanku adalah seorang pengamen jalanan dengan bekal sebuah gitar kecil yang kudapatkan dari kakakku...
Namaku Muhammad Nirza . Aku anak kecil berusia sekitar 9 tahun. Seumur hidup, aku belum pernah merasakan duduk di bangku sekolah. Ya, aku hanyalah anak dari keluarga yang bisa dikatakan tidak mampu. Ibuku sakit-sakitan dan ayahku bekerja di negeri seberang sana. Aku tinggal di sebuah rumah kecil di kawasan Stasiun Gambir Jakarta bersama kedua kakakku dan ibuku. Sebetulnya, kakakku ada 3 orang, tetapi kakakku yang pertama ikut dengan ayahku bekerja. Aku bekerja menjadi seorang pengamen dengan kakakku yang ketiga. Kakakku yang kedua bekerja di bengkel dekat rumah.
Hari demi hari, kulewati dengan mengamen. Uang yang kudapat sehari cukup untuk menghidupi keluarga.
Bersambung..
Namaku Muhammad Nirza . Aku anak kecil berusia sekitar 9 tahun. Seumur hidup, aku belum pernah merasakan duduk di bangku sekolah. Ya, aku hanyalah anak dari keluarga yang bisa dikatakan tidak mampu. Ibuku sakit-sakitan dan ayahku bekerja di negeri seberang sana. Aku tinggal di sebuah rumah kecil di kawasan Stasiun Gambir Jakarta bersama kedua kakakku dan ibuku. Sebetulnya, kakakku ada 3 orang, tetapi kakakku yang pertama ikut dengan ayahku bekerja. Aku bekerja menjadi seorang pengamen dengan kakakku yang ketiga. Kakakku yang kedua bekerja di bengkel dekat rumah.
Hari demi hari, kulewati dengan mengamen. Uang yang kudapat sehari cukup untuk menghidupi keluarga.
Bersambung..


