Pengamen Cilik 3

Pengamen Cilik ~3~

oleh Hanif Agung Prayoga pada 09 Juni 2010 jam 9:37
Alhamdulillah... Penyakit ibuku ternyata tidak parah. Ia hanya keletihan. Tapi, aku harus tetap mengamen untuk membeli obat ibu. Aku akan terus mengamen.
Suatu hari aku mengamen di tempat yang lumayan jauh dari tempatku mengamen. Aku pikir di tempat ini akan mendapat uang yang lebih banyak. Aku mulai mengamen. Wah, lumayan terkumpul banyak, pikirku. Aku mengamen lagi agar dapat hasil yang lebih banyak. Ketika aku mengamen ada anak perempuan yang ingin memberikanku uang. Ketika aku mau mengambil uang dari tangannya aku melihat wajahnya. Cantik sekali. Aku tak berhenti menganga melihat kecantikannya. Wajahnya terlihat berseri-seri. Ia naik mobil sedan berwarna hitam. Ia duduk di bangku belkang. Ketika lampu sudah hijau mobil itu mulai melaju. Aku tak sempat mengucapkan terimakasih. Yah, sudahlah tak apa-apa. Aku istirahat sambil duduk-duduk di pinggir jalan sambil meminum air. Aku melihat uang yang diberikan anak tadi. Wow! Selembar uang berwarna hijau! Yap! Aku mendapat Rp 20.000,00! Alhamdulillah. Tapi, apa ini? Ada selembar kertas lagi selain uang itu! Saat kubaca...
"Nama: Zhyra Fiska
Alamat: jl. Gatot Subroto no. 80 A". Hanya itu tulisannya. Hehe... Walau tidak sekolah, aku masih tetap bisa membaca lhoo... Pasti ini yang namanya kartu nama. Tapi, kenapa diberikan kepadaku? Ah, pokoknya kartu nama ini akan aku kembalikan kepadanya. Coba aku lihat lagi, jl. Gatot Subroto no. 80 A. Wah! Alamat itu kan di dekat sini. Aku akan mencari dan mengembalikannya!
Setelah kurang lebih 5 menit berjalan, akhirnya aku sampai di rumahnya. Besar sekali! Seperti istana, pikirku. Rumah itu berwarna kuning cerah. Rumah itu bertingkat 1. Pagarnya tinggi sekali. tingginya kira-kira 3 kali lipat dri tinggi badanku! Di depan rumah itu ada dua orang satpam yang berjaga sambil meminum kopi. Saat aku mendekat, di depanku sudah berdiri satu orang berseragam putih-biru dan memakai topi bertuliskan "SATPAM". " Sedang apa kamu disini, bocah?", tanya dia. "Aku hanya ingin mengembalikan kartu nama ini", jawabku. Satpam itu segera mengambil kartu nama dari tanganku. Setelah melihat sebentar, satpam itu tersenyum. "Ini kepunyaan Neng Fiska", katanya dan langsung memanggil dengan keras. Tak lama kemudian, anak yang tadi aku lihat datang. "Ada apa?", tanyanya. "Ini Neng, ada orang yang menemukan kartu nama milik Neng"' jawab satpam itu. Anak itu tersenyum dan langsung menarik tanganku dan aku masuk ke rumahnya. Ada apa ini?




Bersambung

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

One Response to Pengamen Cilik 3

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.