Jadi karena blog gua sudah semakin ga jelas, gua akan nulis cerita pendek yang agak jelas. Yaman.
Cerita ini bisa dibaca oleh berbagai macam jenis kelamin, usia, dan orang2 dari strata sosial manapun. Langsung baca aja deh ya.
Tiga Ekor Belalang dan Sepotong Sabun
Pada suatu hari hiduplah tiga ekor belalang. Tiga belalang ini layaknya sahabat deket. Saking deketnya kemana2 selalu bersama. Belalang yang pertama orangnya keliatannya bloon, tapi pinter. Dia bisa menyelesaikan soal logaritma dasar level atas dengan sekejap mata. Belalang yang kedua orangnya cool, selalu dandan ke mana2. Pernah pas diajak kondangan dia dandan dulu 2 abad. Pestanya selesai, dia ganteng sendiri. Nah belalang ketiga ini yang ga jelas hidupnya gimana, tapi kata dua belalang lainnya, ni belalang anaknya asik.
Nah suatu hari juga tiga belalang ini jalan2 ke kota mo beli nasi padang. Mereka menerjang rerumputan dengan lihai.
Belalang 1: "Rumputnya banyak juga"
Belalang 2: "Namanya juga rerumputan!"
Belalang 3: "Yaelah selaw aja sob *sambil nyeruput kopi*"
Belalang 1: "Lah lo bawa kopi? Bagi, nyet!" <---ini monyet apa belalang
Belalang 3: "Nih deh gue bagi. Lo mau juga gak, belalang 2?" Karena gue belum ngasih nama jadinya kita sebut berdasarkan urutannya.
Belalang 2: "Gak ah, bentar lagi nyampe. Gue mo minum es susu."
Belalang 3: "Oh yaudah."
Belalang 1: "Makasih, belalang 3! Enak banget kopinya."
Belalang 2: "Eh emang enak? Bagi dong"
-____-
Terus habis mereka ngopi di rerumputan mereka melanjutkan perjalanan. Belalang 1 tampak ngos-ngosan.
Belalang 2: "Nape lu?"
Belalang 1: "Gue baru inget gue gak bisa minum kopi, ntar gue jadi deg-degan!"
Belalang 2: "Ah bikin malu aja lu ngos-ngosan di sini. Gue gak mau kalo gue jadi jelek deket-deket lo."
Belalang 3: "Idiot lo sob. Ngerjain matematika aja bisa, soal ginian lo lupa. Udah sini ngaso dulu gua kasih lo tolak angin."
Akhirnya mereka ngaso sambil minum tolak angin.
Belalang 3: "Gimana? Enak sob?"
Belalang 1: "Mayan lah badan gua agak entengan. Lanjut yok."
Belalang 2: "Loh konde gua mana?"
Belalang 3: "Lo mau makan nasi padang apa mo mangkal nyet -____- "
Belalang 1: "Oh itu konde lo? Gua kira biji kelapa. Tadi nyangkut noh di rerumputan."
Belalang 2: "Bukannya lo ambil. Eh emang kelapa punya biji?"
Belalang 1: "Setau gua punya"
Belalang 2: "Ah sekolah di mana sih lo. Kelapa mah ga punya biji.'
Belalang 3: "Nyantai sob search aja di google. Nih gua bawa iPad."
Akhirnya mereka ngaso sambil ngesearch apakah kelapa mempunyai biji apa gak.
Belalang 3: "Jawabannya apa sob?"
Belalang 1: "Masih belum tau, ini internet lo error yah? Daritadi loading google aja sejam."
Belalang 2: "Iya, nih. lo pake provider apa?"
Belalang 1: "Bapuk nih providernya. Atau iPad nya yg bapuk ya?"
Belalang 3: "YAUDAH SIH KENAPA NGURUSIN IPAD GUA -__- "
Belalang 1: "Yaudah kita ke kota aja gua udah laper."
Belalang 3: "Ayok."
Belalang 2: "Konde gue!"
Belalang 1: "Kelamaan lo keburu maghrib."
Belalang 2: "Yaudah deh ayok. Gua ga mau kelewatan maghrib."
Belalang 3: "Angkot aja ah gua capek." <--padahal daritadi ngaso
Belalang 2: "Ada angkot ke kota di sini?"
Belalang 3: "Ada. Angkot 67."
Belalang 1: "Bukan 69?"
Belalang 2&3: "Ey."
Akhirnya mereka nyetopin angkot setelah menunggu 2,5 jam. Di dalem angkot dia ketemu Bu Jerapah.
Belalang 2: "Eh ibukkk. Mau kemana? Cucok deh pake setelan itu, rapi. Seger. Ihhh kalungnya berapaan? Nanti saya mau beli buk. Oiya yang kemaren menang arisan siapa? Maaf ya saya ga ikut, tapi uangnya udah dititipin koook."
Belalang 3: "-__-"
Belalang 1: "Di luar aja lo keren, eh ternyata ngondek!"
Belalang 2: "Eh sori, kebiasaan."
Akhirnya bu jerapah pun turun.
Setelah 3 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di Restoran Padang Sederhana. Mereka turun dari angkot.
Belalang 1: "Bang kok nama restorannya Sederhana?"
Belalang 2: "Iya bang, iya! Saya mau yang mewah jadi ganti ya namanya jadi Restoran Padang Mewah."
Akhirnya abang2 restoran mengganti namanya jadi Restoran Padang Mewah.
Belalang 2: "Nah gitu dong, Bang! Kan saya jadi suka.
Belalang 3: "Idiot."
Abang: "Mo pesen ape lu betige?"
Belalang 1: "Loh abang dari padang apa dari jakarta?"
Belalang 2: "Padang kali, tapi lahir di Jakarta."
Belalang 1: "Ohh pantes aja bisa bahasa betawi."
Belalang 3: "Bukan urusanlu berdua kali." :(
Belalang 1: "Tapi kan gue mau tau."
Belalang 2: "Iya gue juga mau tau."
Abang: "MO MESEN APA LO BERTIGA!!!!!!!!!!!!" :(
Belalang 1: "Ah Abangnya marah."
Belalang 2: "Iya nih ga asik. Gue ga mau sama abang yang marah2."
Belalang 1: "Caw aja yuk."
Belalang 2: "Yuk."
Dan mereka pun pergi. Belalang 3 bengong sama tingkah dua sahabatnya. Abang restorannya bunuh diri.
Belalang 1: "Nyebrang yuk nyari angkot."
Belalang 2: "Yuk."
Belalang 3: "Makan nasi padangnya kapan?" :(
Belalang 2: "Udah keburu betmut ah gue, yuk nyebrang."
Belalang 1 dan 2 pun nyebrang. Tiba2 di saat nyebrang ada truk tronton dateng.
Belalang 1 kelindes.
Belalang 2: "LO GAPAPA BELALANG 1? LO GAPAPA?"
Belalang 1: "Pikir aja sendi..............ri."
Belalang 1 mati dalam keadaan khusnul khotimah.
Belalang 2: "KENAPA INI TERJADI PADA TEMAN SAYA, KENAPAAAA."
Sang Dewa Binatang pun mendengar permintaan belalang 2 lalu menurunkan hujan bom atom di tempat belalang 2 berdiri.
JEGER!!!! AHAY PEMIRSA!!
Belalang 3: "Mati deh tuh anak."
Belalang 3 pun hidup damai dan menjadi raja di seluruh muka bumi.
Mungkin tamat, mungkin bersambung.
Btw unsur sabunnya mana ya..



HANIF NGEPOST LAGI DONG
BalasHapussantai, santai
BalasHapus